Ritual Loka Po’o dalam Bingkai Teologi Kurban: Upaya Dialog antara Iman Katolik dan Budaya Lio Mego

Authors

  • Puplius Meinrad Buru Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero, Maumere, Indonesia
  • Apolinaris Suwardi Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero, Maumere, Indonesia
  • Kristoanus Pratama Putra Halley Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero, Maumere, Indonesia
  • Kristian Rio Ledo Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero, Maumere, Indonesia
  • Fransiskus Simo Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero, Maumere, Indonesia
  • Edith Erian Dita Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero, Maumere, Indonesia

Keywords:

Ritual Loka Po’o, Teologi Kurban, Budaya Lokal, Iman Katolik

Abstract

Penelitian ini mengkaji ritual Loka Po’o masyarakat Suku Lio Mego dalam perspektif teologi kurban sebagai upaya dialog antara iman Katolik dan budaya lokal. Kajian ini bertujuan memahami makna religius dan kultural dari Loka Po’o serta melihat kemungkinan dialog antara iman Katolik dengan budaya lokal. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-interpretatif dengan teknik wawancara terhadap tokoh adat suku Lio Mego di Kampung Magetake, Lekebai, Flores. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Loka Po’o merupakan ritual syukur atas hasil panen, sekaligus permohonan kesuburan tanah yang dilakukan melalui persembahan hasil bumi kepada Du’a Ngga’e sebagai wujud tertinggi. Dalam perspektif teologi kurban Katolik, Loka Po’o dimaknai sebagai ungkapan syukur dan persembahan diri kepada Allah, sebagaimana diwujudkan dalam ekaristi itual ini membuka dialog yang konstruktif antara iman Katolik dan budaya lokal. Keduanya saling memperkaya tanpa menghilangkan identitas masing-masing. Penelitian ini menegaskan bahwa Loka Po’o menjadi medium teologis yang memperdalam pemahaman iman melalui pengalaman konkret masyarakat adat.

References

Arndt, P. (2002). Du'a Ngga'e, Wujud Tertinggi dan Upacara Keagamaan di Wilayah Lio, Flores Tengah. Maumere: Puslit Candraditya.

Aswim, D. M., & Wahab, M. I. (2026). Eksistensi Budaya Loka Po'o sebagai Ritual dat pada Masyarakat Adat di Desa Magepanda. Jurnal Kreativitas Pendidikan Modern, 8:1, 1-19.

Bathun, V. H., & Kolibu, D. R. (2025). Burning Candles at the Grave: Implementation of Christian Religious Education on The Tradition of Burning Candles at The Grave. Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 2:9, 197.

Bauto, L. M. (2014). Perspektif Agama dan Kebudayaan dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia: Suatu Tinjauan Sosiologi Agama. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 23:2, 11-25. doi:https://doi.org/10.17509/jpis.v23i2.1616

Bevans, S. B. (2022). Models of Contextual Theology. New York: Orbis Books.

Clifford, G. (1973). The Interpretations of Cultures: Selected Essay. New York: Basic Books.

Eliade, M. (1957). The Sacred and The Profane: The Nature of Religion. Florida: Hartcourt.

Fransiskus, P. (2016). Laudato Si. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

Girard, R. (1977). Violence and the Sacred. Baltimore: John Hopkins University Press.

Gobang, Y. e. (2022). Makna Nilai dan Fungsi Sosial Ritual Adat Loka Po'o pada Masyarakat Lio Mego. Representamen: Jurnal Ilmu Komunikasi, 8:2, 94-111. doi:https://doi.org/10.30996/representamen.v8i2.7377

International Theological Commission. (2004, Juli 23). Roman Curia. Retrieved Mei 12, 2026, from www.vatican.va: https://www.vatican.va/roman_curia/congregations/cfaith/cti_documents/rc_con_cfaith_ doc_20040723_communion-stewardship_en.html

Jago, D. (2026, Mei 03). Wawancara Langsung di Kampung Magetake, Lekebai. (E. E. Dita, A. Suwardi, K. P. Halley, K. R. Ledo, & F. Simo, Interviewers) Maumere, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Kongregasi Ajaran Iman. (2007). Katekismus Gereja Katolik. (H. Embuiru, Trans.) Ende: Penerbit Nusa Indah.

Konsili Vatikan II. (1990). Lumen Gentium: Konstitusi Dogmatis tentang Gereja. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

Konsili Vatikan II. (1990). Sacrosanctum Consilium: Konstitusi tentang Liturgi Suci. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

Kornelius, M. (2017). Mencintai Alam dalam Upacara Loka Po'o Suku Lio Mego. Perspektif: Jurnal Teologi dan Budaya, 12:1, 31-43.

Kryut, C. A. (2008). Keluar dari Agama Suku Masuk ke Agama Kristen. (T. V. End, Trans.) Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.

Orinbao, S. (1975). Seni Tenun: Suatu Segi Orang Flores. Maumere: Penerbit Ledalero.

Puplius, M. B. (2025). Kurban yang Berkenan Kepada Allah: Kurban dalam Tradisi Gereja dan Diskursus Teologi. Maumere: Penerbit Ledalero.

Ratzinger, J. (2000). The Spirit of Liturgy. San Fransisco: Ignatius Press.

Senda, B. (2026, Mei 03). Wawancara Langsung di Kampung Magetake. (E. E. Dita, A. Suwardi, K. P. Halley, K. R. Ledo, & F. Simo, Interviewers) Maumere, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Turner, V. (1969). The Ritual Process: Structure and Anti-Structure. Chicago: Aldine Publishing.

Vaux, R. d. (1961). Ancient Israel: Its Life and Institutions. New York: McGraw-Hill.

Widharsana, P. D., & Hartono, V. R. (2017). Pengajaran Iman Katolik. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Published

2026-07-31

How to Cite

Meinrad Buru, P., Suwardi, A., Pratama Putra Halley, K., Rio Ledo, K., Simo, F., & Erian Dita, E. (2026). Ritual Loka Po’o dalam Bingkai Teologi Kurban: Upaya Dialog antara Iman Katolik dan Budaya Lio Mego. Atma Reksa: Jurnal Pastoral Dan Kataketik, 10(2), 117–133. Retrieved from https://journal.stipar-ende.ac.id/index.php/jar/article/view/150