Laudato Si’ dan Tanggung Jawab Katekis dalam Kehidupan Sosial Ekologi
DOI:
https://doi.org/10.53949/arjpk.v9i1.17Kata Kunci:
Laudato Si, Katekis, Sosial EkologiAbstrak
Penelitian ini berawal dari persoalan krisis lingkungan hidup yang sedang dan terus melanda bumi yang diakibatkan dari aktivitas manusia yang salah dalam mengelola ekologi. Peneliti menyoroti persoalan krisis yang sedang terjadi dengan mendorong keterlibatan Gereja lewat katekis untuk turut serta dalam misi ekologis penyelamatan bumi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian studi pustaka yaitu mengumpulkan dan mengkaji penelitian-penelitian yang relevan dengan penelitian ini, sehingga peneliti dapat menemukan pokok persoalan kerusakan ekologi yang terjadi dan menemukan solusi alternatif yang dapat dilakukan dengan menempatkan posisi katekis sebagai garda terdepan Gereja dalam mewartakan dan mengkampanyekan keselamatan bumi lewat ensiklik Laudato Si’. Hasil penelitian menujukkan bahwa persoalan ekologi memang menjadi tanggungjawab bersama semua umat manusia termasuk katekis. Tanggungjawab ini merupakan kewajiban dari katekis secara langsung dalam mewartakan dan mengkampanyekan ekologi dalam kegiatan pastoral, sehingga mempengaruhi habitus baru dalam diri setiap individu dalam mengelola dan memperlakukan ekologi secara berkelanjutan.
Referensi
Agussalim, dkk. (2023). “Kerusakan lingkungan akibat pertambangan nikel di Kabupaten Kolaka melalui pendekatan politik lingkungan”. Palita: Journal of Social Religion Research, 8 (1): 37-48.
Ananda. (2022). Kerusakan Lingkungan Akibat Kegiatan Penambangan Emas Ilegal Di Kabupaten Murung Raya, (Kalteng). Jurnal Masalah Lingkungan, 1 (1).
Fransiskus, P. (2015). Ensiklik LAUDATO SI tentang Perawatan Rumah Kita Bersama (terj. Martin Harun). Obor: Jakarta.
Grusendorf, Stephen. (2016). “Bourdieu’s Field, Capital, and Habitus in Religion”. Journal for the Sociological Integration of Religion and Society, 6 (1).
Kleden, Paul Budi. (2003). Teologi Terlibat: Politik dan Budaya dalam Terang Teologi. Ledalero: Maumere.
Paus Fransiskus (2015). Ensiklik laudato si‘ Paus Fransiskus ~ Tentang Perawatan Rumah Kita Bersama. (Martin Harun, Terjemahan). Obor: Jakarta.
Patora, M. (2019). “Peranan Kekristenan Dalam Menghadapi Krisis Ekologi”. Jurnal Teruna Bakti, 1 (2): 117-127.
Pratiwi N, dkk. (2019). Peran Utama Pendidik Dalam Membangun Habitus Siswa. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP, 2 (1).
Ranboki, Buce. (2017). “Menemukan Teologi Leonardo Boff Dalam ensiklis Paus Fransiskus Laudato Si”. Indonesia Journal of Theology, 5 (1): 42-67.
Ridwan M, dkk. (2021). Studi analisis Tentang Kepadatan Penduduk Sebagai Sumber Kerusakan Lingkungan Hidup. Jurnal IndraTech, 2 (1).
Tampubolon Y. H & Dreitsohn F K. (2022). “Kapitalisme Global Sebagai Akar Kerusakan Lingkungan. Societas Dei: Jurnal Agama Dan Masyarakat, 9 (1), 83-104.
Uar N Dahlal, dkk. (2016). “Kerusakan Lingkungan Akibat Aktifitas Manusia Pada Ekosistim Terumbu Karang”. MGI, 30 (1): 88-95.
Wijaya, A I Ketut. (2019) Identitas Seorang Katekis Profesional Dewasa Ini. JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik, 19 (1), 15.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Atma Reksa Jurnal Pastoral dan Kateketik

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

