Berpastoral di Era Digital Menurut Paus Fransiskus

Penulis

  • Ernestina Daimun Sekolah Tinggi Pastoral St. Sirilus Ruteng
  • Alberto Indrabayu Ta Tonggo Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero

DOI:

https://doi.org/10.53949/arjpk.v10i1.85

Kata Kunci:

Paus Fransiskus, Gereja Katolik, Dunia Digital, Pastoral

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan dunia digital yang secara signifikan memengaruhi pola hidup dan praksis pastoral Gereja Katolik, serta masih lemahnya kepekaan sebagian pelayan pastoral terhadap gestur dan pandangan Paus Fransiskus dalam menyikapi realitas digital tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kontribusi gestur dan ajaran Paus Fransiskus mengenai dunia digital serta relevansinya bagi pembaruan model pastoral Gereja di era kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-analitis dan reflektif-teologis, dengan sumber utama berupa dokumen Magisterium Gereja dan tulisan akademik terkait pastoral digital. Data dianalisis melalui metode analisis isi yang dipadukan dengan pendekatan hermeneutik-teologis untuk menggali makna normatif dan implikasi praktis dari pandangan Paus Fransiskus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paus Fransiskus memandang dunia digital sebagai realitas berwajah ganda: di satu sisi sebagai anugerah dan peluang strategis bagi pewartaan Injil serta penguatan perjumpaan pastoral, tetapi di sisi lain sebagai ruang yang berpotensi melahirkan isolasi, ketergantungan, dan krisis etis jika tidak digunakan secara bijaksana. Temuan ini menegaskan bahwa dunia digital perlu dipahami sebagai locus pastoral baru yang menuntut kehadiran Gereja yang dialogal, kritis, dan bertanggung jawab, serta ditopang oleh kerangka etis demi perlindungan martabat manusia dan relevansi misi Gereja di tengah budaya digital.

Referensi

Aditya, R. (2014). Pandangan Paus Fransiskus tentang internet. https://techno.okezone.com/read/2014/01/27/55/932072/pandangan-paus-fransiskus-tentang-internet

Angga, S. (2023). Digital Ecclesia sebagai gereja sinodal yang relevan: Kajian pastoral dalam era digital. Dunamis: Jurnal Teologi, 17(2), 123–138.

Cruz, T. (2020). Covid-19 Mengubah Gereja Menjadi Digital. https://www.licas.news/2020/04/08/covid-19-mengubah-gereja-menjadi-digital/

Denar, B. (2021). Tantangan pendidikan dalam era post truth BT - Pedagogi Kemasyarakatan. JPIC OFM Indonesia.

Dicastery for Communication. (2020). Pastoral guidelines for communication in the digital age. Vatican Publishing House. https://www.vatican.va

Francis. (2021). Message for the 55th World Communications Day. Libreria Editrice Vaticana. https://www.vatican.va

Francis. (2022). Message for the 56th World Communications Day. Libreria Editrice Vaticana. https://www.vatican.va

Fransiskus. (2014). Komunikasi bagi pelayanan perjumpaan yang otentik. http://santopauluspku.wordpress.com/2014/03/19/pesan-paus-fransiskus-untuk-hari-komunikasi-sedunia-ke-48-1-juni-2014/

Fransiskus. (2015). Laudato Si (Terpujilah Engkau). Departemen Komunikasi dan Penerangan KWI.

II, K. V. (1992). Inter Mirifica (Dekret tentang Upaya-Upaya Komunikasi Sosial). Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

Izquierdo-Iranzo, P. (2025). Use of digital tools in the religious and spiritual sphere. Religions, 16(6), 772.

Kompas. (2022). Konten bermutu, daya hidup media. Kompas.

KWI, D. (2020). Paus Fransiskus: Ajaran Sosial Gereja Bisa Membantu Artificial Intelligence (AI) Melayani Kebaikan Manusia. https://www.dokpenkwi.org/2020/03/02/paus-fransiskus-ajaran-sosial-gereja-bisa-membantu-artificial-intelligence-ai-melayani-kebaikan-bersama/

KWI, K. K. (2019). Pesan Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sedunia 2018: “Kebenaran itu memerdekakan kamu (Yoh 8:32)”: Berita palsu dan jurnalisme perdamaian. https://komkat-kwi.org/2019/01/28/pesan-paus-fransiskus-untuk-hari-komunikasi-sedunia-2018-kebenaran-itu-akan-memerdekakan-kamu-yoh-832-berita-palsu-dan-jurnalisme-perdamaian/

Lopez, R. (2023). Digital addiction and faith communities: A pastoral challenge. Journal of Religion and Digital Culture, 5(2), 112–124.

Moa, A., & Cholma, T. (2021). Belas Kasih Sebagai Fondasi Pastoral Gereja. Jurnal Filsafat Teologi, 18(2), 108.

Paus Benediktus XVI. (2010). Imam dan pelayanan pastoral di dunia digital: Media baru demi pelayanan sabda. http://gembalabaik.wordpress.com/2010/04/15/pesan-bapa-suci-benediktus-xvi-pada-hari-komunikasi-sedunia-ke-44-16-mei-2010/

Paus Benediktus XVI. (2013). Jejaring sosial: Pintu kebenaran dan iman, ruang baru untuk evangelisasi. http://komunikasisosial.blogspot.com/2013/02/2013-pesan-paus-untuk-hari-komunikasi.html

Purwatma, M. (2016). Internet dan pewartaan dalam pesan Paus untuk Hari Komunikasi Sedunia 2002–2016. Orientasi Baru, 25(1), 23–35.

Rankin, J. L. (2024). Implications of digital church for Christian leaders. Cogent Social Sciences, 10(1).

Reid, A. (2021). Rethinking pastoral ministry in the digital era. Australian Journal of Ministry Studies, 7(1), 45–58. https://ajms.org.au

Tampubolon, M. (2023). Rethinking the use of technology and the online church for worship in the post-COVID-19 new normal. International Journal of Religious Studies and Social Sciences, 8(5), 281–295.

Vatican News. (2020). Pope Francis: Digital culture shapes how people communicate. https://www.vaticannews.va

Waruwu, C. B. (2022). Paus beri pesan terhadap para pengguna sosial media. IDN Times. https://www.idntimes.com/news/world/christ-bastian-waruwu/paus-fransiskus-beri-pesan-terhadap-para-pengguna-sosial-media

Widodo, Y. (2020). Media digital dan agama di masa pandemi. Media Indonesia.

Wyrostkiewicz, M. (2024). The Catholic Church in the digital age: Theory – practice. New Journal for Social Research & Innovation, 12(1), 34–49.

Yohanes Paulus II. (2002). Internet: Forum baru bagi pewartaan Injil. http://komunikasisosial.blogspot.com/2010/03/2002-hari-komunikasi-sedunia-ke-36.html

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-31

Cara Mengutip

Daimun, E., & Indrabayu Ta Tonggo, A. (2026). Berpastoral di Era Digital Menurut Paus Fransiskus. Atma Reksa Jurnal Pastoral Dan Kateketik, 10(1), 12–22. https://doi.org/10.53949/arjpk.v10i1.85