DETERMINAN SOSIAL KETERTINGGALAN KEHIDUPAN SOSIO RELIGIUS DI WILAYAH UTARA KABUPATEN ENDE

Penulis

  • Fransiskus Z.M. Deidhae Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende

DOI:

https://doi.org/10.53949/arjpk.v10i1.98

Kata Kunci:

Ketertinggalan Sosio-Religius, Wahana Pendidikan, Modal Sosial

Abstrak

Kesenjangan perkembangan antara kelompok social seringkali dikaitkan dengan kehidupan ekonomi. Namun fenomena yang terjadi di wilayah Kabupaten Ende menunjukkan kesenjangan terjadi pula dalam kehidupan spiritual keagamaan antara kelompok umat di wilayah utara dan Selatan. Kehidupan menggereja umat katolik di wilayah Selatan tampak lebih maju ditandai dengan tingkat partisipasi menggereja lebih tinggi, praksis kehidupan devosional yang lebih   luas, dan jumlah panggilan menjadi rohaniwan dan religious yang lebih banyak. Penelitian yang bercorak kualitatif dengan mengandalkan studi dokumentasi dan wawancara membuktikan bahwa factor pemicu ketimpangan hidup iman dipengaruhi sejumlah factor yang menjadi wahana pendidikan iman. Secara khusus lembaga pendidikan yang berkembang di wilayah kabupaten Ende dimulai di wilayah selatan sedangkan di wilayah utama perkembangan pendidikan baru dimulai beberapa decade kemudian. Selain itu, pusat pelayanan misi gereja pada awalnya berada di wilayah selatan yang padat penduduknya; wilayah utara yang lebih luas tetapi jumlah penduduk lebih sedikit hanya dilayani satu pusat misi dengan jumlah imam dan katekis yang terbatas. Keunggulan sebagai pusat didukung pula sentra ekonomi dan politik di selatan serta jalur tranportasi ke utara yang tertinggal hinggal tahun 1990-an.

Referensi

Abercrombie, N., Stephen Hill, & Bryan S. Turner. (2000). The Penguin Dictionary of Sociology. In Contemporary British Society (Issue 1). The Penguin Group.

BPS. (2024). Kabupaten Ende Dalam Angka. https://endekab.bps.go.id/id/publication/2024/02/28/e00494557645d5a98bf261f7/ kabupaten-ende-dalam-angka-2024.html.

Eka Darmaputera. (2001). Memberdayakan komunitas basis. Spektrum, 19(1), 71–80.

Dartanto, T., Edith Zheng Wen Yuan, & Sofiyandi, Y. (2017). ADBI Working Paper Series Two Decades of Structural Transformation and Dynamics of Income Equality in Indonesia Asian Development Bank Institute. https://www.adb.org/publications/two-

Fadhil, M., Haris, A., & Muhimmah, B. R. (2023). Kaji Dampak Pembangunan Infrastruktur Transportasi Terhadap Pertumbuhan Inklusif Ekonomi Regional. Jurnal Magister Ekonomi Syariah, 1(2 Desember), 87–96. https://doi.org/10.14421/jmes.2022.012-07.

Firdausy, C. M., & Buhaerah, P. (2023). Landed oligarchy harm schooling contribution to structural change: Lessons learned from Indonesia. Research Square, 1–12. https://doi.org/10.21203/rs.3.rs-3338213/v1

Haryanto, V. & Soukotta, T. (2025). Religion and the Violence of Development: The Case of Flores, Indonesia. Development (Basingstoke). https://doi.org/10.1057/s41301-025-00451-9

Hasbullah, J. (2006). sosial capital (menuju keunggulan budaya manusia Indonesia. MR-United Press.

Howell, S. (2016). Battle of cosmologies: The catholic church, Adat, and ‘Inculturation’ among Northern Lio, Indonesia. Sosial Analysis, 60(4), 21–39. https://doi.org/10.3167/sa.2016.600402

Human Development Report 1995. Chapter 1: “The state of human Development”

Ibrahim, I. N., & T. A. Ali. 2013. Structural Transformation, Poverty and Inequality in

Ilham Al Majiid, & Nenik Woyanti. (2023). Analisis Ketimpangan Wilayah Dan Potensi Ekonomi. BISECER (Business Economic Entrepreneurship), 6(1), 25–37.

Jebarus, Eduard. 2008. Sejarah Persekolahan di Flores. Penerbit Ledalero.

Koentjaraningrat. (1985). Kebudayaan, mentality dan pembangunan. Jakarta: Gramedia.

Maćkowiak, A. M. (2024). Christian and Indigenous: Multiple “Religions” in Contemporary Toraja Funerals. Religions, 15(9). https://doi.org/10.3390/rel15091112.

Muhammad, Y. S., & Aslan. (2025). Peranan Agama Dalam Membentuk Identitas dan Budaya Masyarakat: Studi Kasus Islam Sebagai Teras Identitas Melayu Di Malaysia Dengan Metode Kajian Pustaka. Juteq, 2(8), 1404–1416.

Naiya, I. I., & Manap, T. A. A. (2013). Structural Transformation, Poverty and Inequality in Nigeria: An ARDL Bound Testing Technique. International Journal of Economics and Finance, 5(4). https://doi.org/10.5539/ijef.v5n4p141.

Nanga, M., & Widjaja, W. (2024). Structural Transformation in the Indonesian Economy: Why does “Financial Development” Matter? Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Ekonomi, 19(2), 213–222. http://journal.umpo.ac.id/index.php/ekuilibrium.

Nenohai, J. N. D. K. (2023). Evaluating the Relationship between Christianity and Indigenous Religion in the Context of the Christian Evangelical Church in Timor (Gereja Masehi Injili di Timor). Indonesian Journal of Theology, 11(2), 264–294. https://doi.org/10.46567/ijt.v11i2.351.

Nursyifa, A., & Pendidikan Kewarganegaraan, J. (2018). kajian cultural lag dalam kehidupan masyarakat perkampungan budaya betawi setu babakan pada era globalisasi. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 5(1). http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/PKn

Perbup Ende No. 26 Tahun 2024_1 (2024). https://www.google.com/search?q=peraturan+bupati+ende+no+26+tahun+2024&oq=peraturan+bupati+ende+no+26+tahun+2024&gs_lcrp.

Soerjono, Soekanto. (2013). Sosiologi Suatu Pengantar (45th ed.). Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Suardana, M., Darmawan, P. A., & Runtukahu, R. O. (2023). Multicultural Christian Education in an Indonesian Church Context. Pharos Journal of Theology, 104(2). https://doi.org/10.46222/pharosjot.104.28.

Sumardjo, S., Firmansyah, A., & Dharmawan, L. (2021). Sodality in Peri-Urban Community Empowerment: Perspective of Development Communication and Extension Science. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 9(1), 29–41. https://doi.org/10.22500/9202135217.

Syaifudin, R., Verliana, A. D., Setyadi, S., & Desmawan, D. (2022). Analisis Ketimpangan Pembangunan dan Klasifikasi Wilayah antar Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat Tahun 2016-2020. Journal of Business and Economics Research (JBE), 3(2), 117–124. https://doi.org/10.47065/jbe.v3i2.1688.

Tambunan, A. S., Panjaitan, E., N.G., Simanjuntak, Y. P., & Waruwu, L. (2025). Misi Penyebaran Injil Mula-Mula Ke Tanah Karo. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 4(3), 5544–5554. https://publisherqu.com/index.php/pediaqu.

The World Bank. (1990). World development report. 1990, Poverty. Oxford University Press.

Tuhri, M., Maarif, S., & Simarmata, R. (2020). Adat, Islam, and The Idea of Religion in Colonial Indonesia. Al Albab, 9(2), 159–178. https://doi.org/10.24260/alalbab.v9i2.1390.

Uran, Lame L. (n.d.). Sejarah Perkembangan Misi Flores Dioses Agung Ende.

Veerasamy, K., Putteeraj, M., & Somanah, J. (2023). Exploring the salience of religious identity on the mental health of the Mauritian adult. Discover Psychology, 3(1). https://doi.org/10.1007/s44202-023-00092-4.

Watts, S., & Munir, T. (2024). The role of religious capital in shaping wellbeing of individuals. Discover Sosial Science and Health, 4(1). https://doi.org/10.1007/s44155-024-00067-3.

Widyawati, F., Lon, Y. S., & Midun, H. (2025). Mission and inculturation: Preserving local language and culture in the Indonesian Church. HTS Teologiese Studies/Theological Studies, 81(1). https://doi.org/10.4102/hts.v81i1.10516.

Zainul Hafizi, M. (2024). Perkembangan Islam Di Pulau Lombok: Telaah Historis Melalui Studi Kepustakaan. Nagri Pustaka, 2(2), 185–191. https://journal.yazri.com/index.php/nagripustaka.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-31

Cara Mengutip

Z.M. Deidhae, F. (2026). DETERMINAN SOSIAL KETERTINGGALAN KEHIDUPAN SOSIO RELIGIUS DI WILAYAH UTARA KABUPATEN ENDE. Atma Reksa Jurnal Pastoral Dan Kateketik, 10(1), 102–112. https://doi.org/10.53949/arjpk.v10i1.98