Makna Persaudaraan Spiritual dalam Kisah Para Rasul 2:1 dan Relevansinya bagi Kehidupan Rohani Mahasiswa Asrama Skolastika dan Benediktus Stipar Ende

Authors

  • Viktoria Lelboy Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende

DOI:

https://doi.org/10.53949/arjpk.v10i2.119

Keywords:

Persaudaraan Spiritual, Roh Kudus, Komunitas Asrama, Spiritualitas Komunal

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis makna persaudaraan spiritual dalam Kisah Para Rasul 2:1 serta relevansinya bagi kehidupan rohani mahasiswi Asrama Skolastika dan Benediktus Stipar Ende. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya kehidupan komunitas iman dalam pembentukan karakter dan spiritualitas mahasiswi, di tengah berbagai tantangan kehidupan asrama seperti perbedaan latar belakang, kurangnya keterbukaan, dan lemahnya penghayatan hidup rohani bersama. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan hermeneutik biblis reflektif melalui tahapan melihat teks, memahami makna, dan menemukan relevansi praktis. Sumber data utama adalah Kisah Para Rasul 2:1 beserta berbagai literatur teologi, dokumen Gereja, dan hasil observasi serta wawancara terhadap mahasiswi asrama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan “semua orang percaya berkumpul di satu tempat” dalam Kisah Para Rasul 2:1 mengandung makna persatuan lahir dan batin yang dibangun oleh Roh Kudus. Persaudaraan spiritual dalam teks tersebut memiliki dua dimensi utama, yaitu dimensi vertikal yang menekankan relasi dengan Allah melalui karya Roh Kudus, dan dimensi horizontal yang terwujud dalam kebersamaan, solidaritas, dan kesehatian dalam komunitas. Nilai-nilai tersebut relevan bagi kehidupan mahasiswi Asrama Skolastika dan Benediktus Stipar Ende dalam membangun identitas komunitas rohani, pembentukan karakter Kristiani, serta pengembangan spiritualitas komunal yang berakar pada tradisi apostolik. Penghayatan persaudaraan spiritual diwujudkan melalui doa bersama, pendalaman Sabda Allah, pelayanan, pengelolaan konflik secara Injili, dan kepemimpinan yang melayani. Penelitian ini menegaskan bahwa kehidupan asrama bukan sekadar tempat tinggal bersama, melainkan ruang pembinaan iman dan persaudaraan Kristiani yang dipersatukan oleh Roh Kudus.

References

Barrett, C. K. (1994). Acts: A Critical and Exegetical Commentary, Volume 1. Edinburgh: T&T Clark.

Barry, W. A., & Connolly, W. J. (2019). The Practice of Spiritual Direction (3rd ed.).New York: HarperCollins.

Bruce, F. F. (1988). The Book of the Acts (The New International Commentary on the New Testament, Rev. ed.). Eerdmans.

Congar, Y. (1983). I Believe in the Holy Spirit (Vol. 2). New York: Seabury Press.

Dunn, J. D. G. (1970). Baptism in the Holy Spirit: A re-examination of the New Testament teaching on the gift of the Spirit in relation to Pentecostalism today. SCM Press.

Fee, G. D. (1994). God’s empowering presence: The Holy Spirit in the letters of Paul. Hendrickson Publishers.

Fitzmyer, J. A. (1998). The Acts of the Apostles: A New Translation with Introduction and Commentary. New York: Anchor Bible.

Groome, T. (1980). Christian Religious Education: Sharing Our Story and Vision. San Francisco: Harper & Row.

Guardini, R. (1998). The Spirit of the Liturgy. New York: Crossroad.

Haenchen, E. (1971). The Acts of the Apostles: A Commentary. Philadelphia: Westminster Press.

Hauerwas, S. (2001). A Community of Character: Toward a Constructive Christian Social Ethic. Notre Dame: University of Notre Dame Press.

Hurtado, L. W. (2016). Destroyer of the Gods: Early Christian Distinctiveness in the Roman World. Waco: Baylor University Press.

Johnson, L. T. (1992). The Acts of the Apostles. Collegeville: Liturgical Press.

Keener, C. S. (2012). Acts: An Exegetical Commentary. Vol. 1. Grand Rapids: Baker Academic.

Kieser, B. (2020). Pendidikan dan Pembentukan Hidup Religius di Indonesia. Yogyakarta: Kanisius.

Lederach, J. P. (2014). The Little Book of Conflict Transformation. New York: Good Books.

Lembaga Alkitab Indonesia. (2002). Alkitab (Terjemahan Baru). Jakarta: LAI.

Magnani, L. (2019). Formazione della vita consacrata nella Chiesa contemporanea. Roma: Gregorian & Biblical Press.

Metz, J. B. (1981). The Emergent Church: The Future of Christianity in a Post-Bourgeois World. New York: Crossroad.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks: Sage.

Nouwen, H. J. M. (2016). In the Name of Jesus: Reflections on Christian Leadership (Reprint ed.). New York: Crossroad.

Saint Vincent College. (n.d.). Benedictine Tradition (https://www.stvincent.edu/meet-saint-vincent/benedictine-tradition.html) — tentang doa liturgi bersama dan lectio divina sebagai sarana pertumbuhan kebajikan.

Santo Benediktus. (1981). Regula Benedicti (Terjemahan Indonesia). Flores: Arnoldus Ende.

Schnabel, E. J. (2012). Acts (Zondervan Exegetical Commentary on the New Testament). Zondervan.

Turkle, S. (2015). Reclaiming Conversation: The Power of Talk in a Digital Age. New York: Penguin.

Vanier, J. (2011). La Communità: Luogo del Perdono e della Festa. Milano: Jaca Book.

Vatikan II. (1965). Unitatis Redintegratio: Dekrit tentang Ekumenisme. Dalam A. Hardawiryana (Penerj.),Dokumen Konsili Vatikan II. Jakarta: Obor.

Vatikan II. (1965). Lumen Gentium: Konstitusi Dogmatik tentang Gereja. Dalam A. Hardawiryana (Penerj.), Dokumen Konsili Vatikan II. Jakarta: Obor.

Volf, M. (1998). After Our Likeness: The Church as the Image of the Trinity. Grand Rapids: Eerdmans.

Waaijman, K. (2022). Spirituality: Forms, Foundations, Methods. Leuven: Peeters Publishers.

Whitehead, J. D., & Whitehead, E. E. (1995). Community of Faith: Crafting Christian Communities Today. Mystic: Twenty-Third Publications.

Witherington, B., I. (1998). The Acts of the Apostles: A socio-rhetorical commentary. Eerdmans.

Yohanes Paulus II. (1992). Pastores Dabo Vobis. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

Yohanes Paulus II. (1996). Vita Consecrata: Anjuran Apostolik Pasca-Sinode tentang Kehidupan Bakti. Jakarta: Dokpen KWI.

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Lelboy, V. (2026). Makna Persaudaraan Spiritual dalam Kisah Para Rasul 2:1 dan Relevansinya bagi Kehidupan Rohani Mahasiswa Asrama Skolastika dan Benediktus Stipar Ende. Atma Reksa: Jurnal Pastoral Dan Kataketik, 10(2), 19–33. https://doi.org/10.53949/arjpk.v10i2.119